Obat Kanker Hati

Tumpas Kanker Tanpa Operasi

Susah di Kemo, Kanker Hati Bisa Dengan Transplantasi

kemoterapi kanker

Susah di Kemo, Kanker Hati Bisa Dengan Transplantasi – Penyakit Hepatitis B yang diderita seseorang, umumnya tidak mempunyai gejala apapun. Sehingga, terkadang saat terdeteksi pun kondisi pasien sudah berlanjut menjadi sirosis hati sampai ke Kanker hati.

Dr. Dr Rino Alvani Gani menyebutkan, sel kanker pada kasus kanker hati tidak mempan dikemoterapi atau dengan radioterapi. Sehingga, untuk mengatasi kanker hati diperlukan operasi atau transplantasi hati.

Menurutnya “Jika ditemukan kankernya itu di stadium awal dan masih kecil, bisa diangkat dengan operasi. Namun, lain halnya apabila sudah besar disertai dengan penurunan fungsi hati, harus dilakukan transplantasi hati.”

Kondisi berbanding terbalik saat kanker hati telah mencapai stadium lanjut. Menurut Dokter yang bekerja di RSCM itu “harapan hidup pasien sangat kecil kurang lebih 4-7 bulan.” Karena sel kanker sudah menyebar dan menyerang sel-sel di hati sehingga fungsi hati terus mengalami penurunan. Rekomendasi pengobatan silahkan kunjungi >> http://bit.ly/1LDhkUS

Mengingat Hepatitis B adalah penyebab kanker hati yang paling umum terjadi di Indonesia, Dr. Unggul Budihusodo memberikan tanggapan bahwa pentingnya deteksi dini hepatitis B dengan melakukan skrining setahun sekali, khususnya untuk mereka yang belum mendapatkan vaksin hepatitis B.

Dr. Unggul menyebutkan “Seharusnya ketika bayi itu divaksin empat kali, kalau pas dewasa tiga kali. Setelah divaksin juga harus di cek kembali apakah berhasil vaksinannya, artinya antibodi terhadap virus hepatitis B ada.”

1-2% orang yang sudah mendapatkan vaksin hepatitis B mengalami kegagalan pembentukan antibodi tersebut sehingga harus divaksin ulang.

Lihat juga artikel lainnya :

Comments are currently closed.